Vol. 20 No. 2 (2024): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Articles
-
Strategi Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Pesisir Pekalongan melalui Mitigasi Bencana dan Pembangunan Berkelanjutan
Aprilia Fitri Pamungkas Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro Indonesia , Widi Hari Nugroho Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pekalongan Indonesia , Bachtiar Yudiana Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pekalongan IndonesiaENGLISH
Tidal flooding is a climate change impact in the northern region of Java, including Pekalongan Regency. Tidal flooding in Pekalongan Regency takes place every year and it is difficult to handle because simultaneously with land subsidence and rising sea levels due to global warming. Tidal flooding is related to the level of slum settlements, especially in Wonokerto District. Wonokerto residents who are submerged by tidal floods tend to stay and adapt to existing environmental conditions rather than migrate to other locations. This study analyzed the strategy for handling slum settlements in coastal communities of Pekalongan Regency that have adapted to tidal floods. This study used mixed methods between qualitative and quantitative descriptive methods through SWOT and a strategic planning approach that processes the results of field observations, citizen interviews and literature studies of regional policies. This study integrates disaster mitigation and sustainable development aspects to build community resilience and produces 14 proposed strategies that must involve all relevant stakeholders, namely the Government; Wonokerto Community; and active Institutions/Organizations in the environmental, social and health fields to support the achievement of program goals and benefits.
INDONESIA
Banjir rob merupakan dampak perubahan iklim di wilayah utara Jawa, salah satunya Kabupaten Pekalongan. Banjir rob di Kabupaten Pekalongan terus terjadi setiap tahunnya dan sulit ditangani karena berjalan bersamaan dengan penurunan muka tanah serta peningkatan muka air laut akibat pemanasan global. Banjir rob berdampingan erat dengan tingkat kekumuhan permukiman terutama di Kecamatan Wonokerto. Masyarakat Wonokerto yang terendam banjir rob cenderung tetap tinggal dan beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang ada dibanding bermigrasi ke lokasi lain. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi penanganan permukiman kumuh pada masyarakat pesisir Kabupaten Pekalongan yang telah beradaptasi dengan banjir rob. Penelitian ini menggunakan metode campuran antara deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui SWOT dan pendekatan strategic planning yang mengolah hasil observasi lapangan, wawancara warga dan studi pustaka kebijakan daerah. Penelitian ini mengintegrasikan aspek mitigasi bencana dan pembangunan berkelanjutan guna membangun ketahanan komunitas dan menghasilkan 14 usulan strategi yang harus melibatkan seluruh stakeholder terkait yaitu Pemerintah; Masyarakat Wonokerto; serta Lembaga/Organisasi aktif di bidang lingkungan, sosial maupun kesehatan guna mendukung ketercapaian tujuan dan manfaat program.
Pages: 81-96Views: - Downloads: -Analisis Penentuan Jalur Evakuasi Bencana Tanah Longsor pada Kawasan Permukiman
Muhammad Iqbal Firdaus Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro Indonesia , Hasti Widyasamratri Program Studi Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Islam Sultan Agung Indonesia , Eppy Yuliani Program Studi Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Islam Sultan Agung IndonesiaENGLISH
Indonesia is an archipelagic country located on the equator. This causes rainfall in Indonesia to be quite high, around 2.898mm/year. Sukorejo Subdistrict, especially Bringinsari Village, which is located on the slopes of Mount Prau, has a high level of slope and rain intensity. With the high intensity of rain and changing weather conditions in Indonesia, Indonesia is an area prone to hydrometeorological disasters. Landslides are one of the hydrometeorological disasters. Landslides usually occur in areas with a high slope and have a high intensity of rain. The potential for landslide disasters in Bringinsari Village, especially in residential areas, makes disaster mitigation efforts something to pay attention to. Currently, there are no pre-disaster mitigation efforts, especially evacuation routes in Bringinsari Village, because mitigation efforts are only carried out when disasters occur and after disasters occur. Based on the analysis that has been carried out, six settlement points are prone to landslides and five evacuation points are located in Sumenet, Sumilir, Plalar, Gandring, and Balong. This evacuation point is in an open location in the form of a football field in each of these hamlets. The vulnerable points and evacuation points are connected with pre-disaster evacuation routes as a predisaster mitigation effort.
INDONESIA
Indonesia adalah negara kepulauan yang berada pada garis khatulistiwa, hal ini menyebabkan curah hujan di Indonesia cukup tinggi sekitar 2.898 mm/tahun. Kecamatan Sukorejo, khususnya Desa Bringinsari yang berada di lereng Gunung Prau memiliki tingkat kemiringan lereng dan intensitas hujan tinggi. Tingginya intensitas hujan dan kondisi cuaca di Indonesia yang berubah-ubah membuat Indonesia menjadi wilayah yang rawan mengalami bencana hidrometeorologi. Tanah longsor adalah salah satu bencana hidrometeorologi. Tanah longsor biasanya terjadi pada kawasan dengan kemiringan lereng yang tinggi dan memiliki intensitas hujan yang tinggi. Potensi bencana tanah longsor di Desa Bringinsari khususnya pada kawasan permukiman menjadikan upaya mitigasi bencana menjadi sesuatu yang diperhatikan. Saat ini, belum terdapat upaya mitigasi pra bencana khususnya jalur evakuasi di Desa Bringinsari karena upaya mitigasi hanya dilakukan saat bencana terjadi dan setelah bencana terjadi. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dihasilkan 6 (enam) titik permukiman rawan bencana longsor dan 5 (lima) titik evakuasi yang berlokasi pada Dusun Sumenet, Dusun Sumilir, Dusun Plalar, Dusun Gandring, dan Dusun Balong. Titik evakuasi ini berada pada lokasi terbuka berupa lapangan sepakbola di setiap masing-masing dusun tersebut. Titik rawan dan titik evakuasi tersebut dihubungkan dengan jalur evakuasi yang telah ditentukan sebagai upaya mitigasi prabencana.
Pages: 97-110Views: - Downloads: -Peningkatan Dukungan Keluarga dalam Perawatan Klien Tuberkulosis melalui Terapi Psikoedukasi
Muhamad Jauhar Fakultas Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kudus Indonesia , Laesa Darmawati Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Semarang, Indonesia Indonesia , Sugih Wijayati Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Semarang, Indonesia Indonesia , Fajar Surahmi Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Semarang, Indonesia IndonesiaENGLISH
As many as 1.02 million cases of tuberculosis have been reported in poor nations. Non-compliance with prescribed treatments is one of the causes. The result is the spread of disease among the family and community. The family plays a crucial part in addressing the issue since they act as a drug monitor. Psychoeducational therapy is the intervention that can be given to the family. The purpose is to determine how psychoeducation treatment affects family support for treating TB patients. The study included a control group and a quasi-experimental pre-post-test approach. From February to March 2020, the study was carried out at the Public Health Center Semarang Regency. Purposive sampling was used to choose the 28-person sample that was used for each group. The tool employed had a reliability rating of 0.698 and was a questionnaire about family assistance for tuberculosis patients. Both paired and independent t-tests were employed in the data analysis. With p = 0.000 (p 0.05), psycho-educational therapy greatly influences families' willingness to help TB patients. The family that provided this therapy can become better at supporting the patient during treatment. To improve tuberculosis drug adherence, psychoeducation therapy can be incorporated with the DOTS program at all healthcare facilities.
INDONESIA
Tren peningkatan kasus tuberkulosis terlihat di negara-negara berkembang termasuk Indonesia dengan jumlah kasus sebanyak 1,02 juta kasus. Salah satu faktor penyebabnya adalah ketidakpatuhan pengobatan. Dampaknya adalah penularan penyakit dalam keluarga dan masyarakat. Keluarga sebagai pengawas menelan obat memiliki peran penting dalam menyelesaikan masalah tersebut. Salah satu intervensi yang dapat diberikan kepada keluarga adalah terapi psikoedukasi. Penelitian ini mengidentifikasi pengaruh terapi psikoedukasi terhadap dukungan keluarga untuk merawat klien TB. Desain penelitian menggunakan pre-post-test quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol. Penelitian dilakukan di Balai Kesehatan Masyarakat Kabupaten Semarang pada bulan Februari sampai Maret 2020. Jumlah sampel 28 untuk setiap kelompok dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga klien tuberkulosis dengan nilai reliabilitas 0,698. Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test. Penelitian ini telah lolos uji etik dari Komisi Bioetika Universitas Sultan Agung dengan nomor 094/ III/2020/Komisi Bioetika. Terdapat pengaruh terapi psikoedukasi terhadap peningkatan dukungan keluarga untuk merawat klien TB secara signifikan dengan p=0,000 (p<0,05). Keluarga yang telah mendapatkan terapi ini dapat meningkatkan kemampuannya dalam memberikan dukungan selama pengobatan. Terapi psikoedukasi dapat diintegrasikan dengan program DOTS di fasilitas layanan kesehatan untuk meningkatkan kepatuhan terapi obat tuberkulosis.
Pages: 111-124Views: - Downloads: -Pengembangan Kapasitas dalam Mendukung Pemerintahan Daerah yang Inklusif
Antonius Aru Hadi Eka Sayoga Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Semarang Indonesia , Nia Kharisma Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Semarang IndonesiaENGLISH
Local governments have important role in achieving development goals. The government's limited fiscal capacity requires optimization of the role of society in development to build inclusive governance, by developing community capacity. The aim of this research is to provide input on the concept of strengthening capacity in forming inclusive regional government based on empirical studies been implemented. The approach taken was qualitative descriptive research with secondary data from previous research. The Prisma method was used in data mining and compiling analysis. From this research found that the key to successful capacity development support inclusive government system: providing assurance of a balanced and harmonious correlation between government and society, reducing level of affected communities and marginalized communities, building an environment that allows healthy competition and ideas’ variation, providing equal opportunities for citizens in accessing resources and actively participating in maturing political process, mobilizing respect human rights, freedoms and supremacy of law, enforcing behavior according to the code of ethics between civil servants and political leaders, strengthening public sector financial management, increasing institutional reform, and strengthening research capacity. Therefore, the entire process of formulating development policies needs also involving the community, be in line with community preferences, needs and expectations.
INDONESIA
Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mencapai tujuan pembangunan. Keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah, perlu optimalisasi peran masyarakat dalam pembangunan untuk membangun tata pemerintahan yang inklusif, dengan cara pengembangan kapasitas masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan masukan konsep penguatan kapasitas dalam membentuk pemerintahan daerah yang inklusif dengan berdasarkan pada studi empiris yang telah dilakukan. Pendekatan penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan data sekunder dari hasil penelitian sebelumnya digunakan. Metode Prisma digunakan dalam penggalian data dan penyusunan hasil analisis. Dari penelitian ini ditemukan bahwa kunci keberhasilan pengembangan kapasitas dalam mendukung tata pemerintahan yang inklusif adalah: memberikan kepastian terhadap korelasi yang berimbang dan harmonis antara pemerintah dan masyarakat, menurunnya tingkat masyarakat terdampak dan masyarakat termarjinalkan, membangun lingkungan yang membantun persaingan dan variasi ide secara sehat, memberikan kesempatan yang sama kepada warga negara dalam mengakses sumber daya dan berpartisipasi aktif dalam proses pendewasaan politik, memobilisasi penghormatan terhadap hak asasi manusia, kebebasan, dan supremasi hukum, menegakkan perilaku sesuai kode etik antara pegawai negeri dan pemimpin politik, memperkuat pengelolaan keuangan sektor publik, meningkatkan reformasi kelembagaan, serta penguatan kapasitas penelitian. Oleh karena itu seluruh proses penyusunan kebijakan pembangunan perlu juga melibatkan masyarakat agar perencanaan sesuai dengan preferensi, kebutuhan dan harapan masyarakat.
Pages: 125-134Views: - Downloads: -Tantangan Sektor Pertanian dalam Memenuhi Kebutuhan Pangan Berkelanjutan
Muhammad Ibnu Fakultas Pertanian, Universitas Lampung IndonesiaENGLISH
The challenges faced by agricultural sector are so complex. This study aims to analyze the main challenges (priorities) for agricultural sector, both nationally and globally. This study used a qualitative method which is a literature review of 100 studies published in the last 10 years (2013-2023). The results of the study show that the main challenges for agricultural sector stem from 8 (eight) aspects, namely climate change and risks of water deficits, energy, biodiversity and ecosystem services, social infrastructure, governance and policies, food supply chains, consumption patterns, and intensification of sustainable agriculture. This study concludes that sustainable agriculture and food systems require strong and balanced knowledge of agronomy and ecology, strengthening of social capital based on farmer/community participation, and policies that focus on the goals of environmental preservation and human welfare and are free from political interests of few parties.
INDONESIA
Tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian sangat kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan-tantangan bagi sektor pertanian, baik nasional maupun global. Penelitian ini bersifat kualitatif dan metode yang digunakan adalah ulasan/kajian literatur terhadap 143 studi yang dipublikasikan dalam periode 2014-2024 atau 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama bagi sektor pertanian bersumber dari 8 (delapan) aspek, yaitu perubahan iklim dan risiko defisit air, energi, keanekaragaman hayati dan jasa ekosistem, infrastruktur sosial, tata kelola dan kebijakan, rantai pasokan pangan, pola konsumsi, dan intensifikasi pertanian berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem pertanian dan pangan berkelanjutan memerlukan pengetahuan tentang agronomi dan ekologi yang luas dan seimbang, penguatan modal sosial yang berbasis partisipasi petani/masyarakat, dan kebijakan yang fokus pada tujuan pelestarian lingkungan dan kesejahteraan umat manusia serta bebas dari kepentingan politik pihak-pihak tertentu.
Pages: 135-148Views: - Downloads: -Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Komitmen Afektif sebagai Variabel Intervening
Fahrur Rizal Ahmad Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Diponegoro Indonesia , Intan Ratna Wati Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Diponegoro IndonesiaENGLISH
Employee performance is the most important factor, but there is a decline in performance at the Regional Financial and Asset Management Agency (BPKAD) Pati Regency. This study aims to analyze the effect of human resource development on employee performance with affective commitment as an intervening variable. The population in this study were employees of BPKAD Pati Regency using purposive sampling with a sample size of 124 employees involved in this study. This study uses descriptive and quantitative methods, as well as multivariate analysis tools. Extensive variable analysis is provided by the Smart Partial Least Square (PLS) application program. The research results show that human resource development has a positive effect on affective commitment and employee performance. Affective commitment also has a positive effect on employee performance, and affective commitment can mediate the influence between HR development and performance.
INDONESIA
Kinerja karyawan merupakan faktor terpenting, akan tetapi terjadi penurunan kinerja pada Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Pati. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pengembangan sumber daya manusia berdampak pada kinerja karyawan dengan komitmen afektif sebagai variabel intervening. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan BPKAD Kabupaten Pati dengan menggunakan purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 124 karyawan. Studi ini menggunakan metode deskriptif dan kuantitatif, serta alat analisis multivariat. Analisis variabel lebih mendalam diberikan dengan penggunaan model Structural Equation Modelling dan menggunakan program aplikasi Smart Partial Least Square (PLS). Penelitian ini memiliki hasil bahwa pengembangan SDM memiliki pengaruh positif pada komitmen afektif dan kinerja karyawan. Komitmen afektif juga memiliki pengaruh positif pada kinerja karyawan, dan komitmen afektif dapat memediasi pengaruh antara pengembangan SDM dan kinerja.
Pages: 149-160Views: - Downloads: -Sanguline Theme by Sangu Ilmu