Current Issue
Articles
-
Identifikasi Jenis Tutupan Vegetasi Ruang Terbuka Hijau dengan Metode Analisis NDVI dan Supervised Classification
Mahdiatul Fikrah - Indonesia , Agung Witjaksono Institut Teknologi Nasional Malang Indonesia , Annisaa Hamidah Imaduddina Institut Teknologi Nasional Malang IndonesiaRuang Terbuka Hijau (RTH) pada kawasan peruntukan industri memiliki peranan penting dalam menjaga kualitas lingkungan, namun, kajian mengenai komposisi tutupan vegetasinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengukur luas jenis tutupan vegetasi RTH pada kawasan industri di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Data yang digunakan adalah citra satelit Landsat 8 tahun 2021, kemudian melalui metode analisis NDVI dan Supervised Classification menggunakan algoritma Maximum Likelihood pada perangkat lunak ArcGIS 10.6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RTH kawasan industri tersebut terdiri dari tiga jenis tutupan vegetasi yaitu pohon (7,60 ha), rumput (5,93 ha), dan semak (0,86 ha). Dominasi pohon menunjukkan potensi ekologis yang relatif kuat, khususnya dalam mendukung fungsi lingkungan di lanskap industri. Namun, proporsi semak yang sangat terbatas menunjukkan bahwa fungsi peredaman kebisingan masih terbatas. Temuan dapat menjadi acuan daalm perencaan dan pengelolaan RTH kawasan industri yang lebih optimal.
Pages: 1-10Views: - Downloads: -Kinerja Pembangunan Infrastruktur Jalan di Daerah dalam Kerangka Sinergi Pendanaan Pusat - Daerah Kinerja Pembangunan Infrastruktur Jalan di Daerah dalam Kerangka Sinergi Pendanaan Pusat - Daerah
Andi Setyo Pambudi Bappenas IndonesiaPembangunan infrastruktur jalan berperan penting dalam meningkatkan konektivitas wilayah, pemerataan ekonomi, dan mendukung pemulihan ekonomi nasional pascapandemi COVID-19. Selain memanfaatkan kerja sama dengan sektor swasta, pemerintah juga menyalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik kepada pemerintah daerah sebagai instrumen sinergi pendanaan pusat-daerah. Penelitian ini penting karena masih terdapat berbagai kendala dalam perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan pembangunan jalan yang berpotensi menghambat pencapaian prioritas nasional. Penelitian bertujuan menganalisis kinerja pembangunan infrastruktur jalan daerah, mengidentifikasi permasalahan implementasi DAK Fisik bidang jalan, serta merumuskan isu strategis perbaikan kebijakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui evaluasi ongoing dengan teknik literature review dan diskusi terbatas bersama pemangku kepentingan pusat dan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar menu DAK bidang jalan telah selaras dengan prioritas daerah, meskipun masih ditemukan ketidaksinkronan pada beberapa wilayah. Selain itu, terdapat permasalahan berupa lemahnya integrasi perencanaan, keterbatasan kapasitas SDM, rendahnya kualitas supervisi, dan belum optimalnya evaluasi berbasis outcome. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor, manajemen risiko, kapasitas aparatur daerah, serta sistem pengendalian dan evaluasi yang lebih terintegrasi.
Pages: 11-24Views: - Downloads: -Pengaruh Investasi Infrastruktur terhadap Perkembangan Wilayah di Kabupaten Cilacap
Ganjar Sulistyono - - Indonesia , Doddy Aditya Iskandar Universitas Gadjah Mada IndonesiaKabupaten Cilacap memiliki perekonomian yang kuat berkat kontribusi Pertamina RU-IV, namun masih menghadapi ketidakseimbangan antara indikator ekonomi dan sosial. Ketidakkonsistenan alokasi belanja modal infrastruktur juga menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara kebutuhan dan anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dampak investasi infrastruktur terhadap perkembangan wilayah di Kabupaten Cilacap. Dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS), penelitian ini mengkonseptualisasikan investasi infrastruktur yang dapat diukur melalui variabel rata lama sekolah, kapasitas kelembagaan, belanja modal, stok infrastruktur, serta pembentukan modal tetap bruto (PMTB). Sementara itu, perkembangan wilayah dapat diukur melalui indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM), laju pertumbuhan ekonomi, tingkat kemiskinan, dan ketimpangan. SEM-PLS dipilih karena kemampuannya dalam menangkap kompleksitas hubungan kausal antar variabel serta mengakomodasi variabel laten yang tidak dapat diukur secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi infrastruktur memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap perkembangan wilayah dengan belanja modal dan stok infrastruktur yang memiliki kontribusi signifikan sebagai mediator. Berdasarkan temuan tersebut, pemerintah daerah diharapkan mampu mengoptimalkan alokasi anggaran untuk infrastruktur, dan menyesuaikan kebijakan anggaran dengan kebutuhan untuk mendukung perkembangan wilayah yang berkelanjutan.
Pages: 25-42Views: - Downloads: -Kajian Penentuan Opsi Lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Baru dalam Menghadapi Urbanisasi di Kabupaten Pekalongan
Arga Prinandiga Hariwibawa Array IndonesiaKabupaten Pekalongan diproyeksikan mengalami peningkatan tingkat urbanisasi hingga 90 % pada tahun 2030 berdasarkan Data dari Global Human Settlement Layer (GHSL), hal ini berimplikasi pada bertambahnya jumlah timbulan sampah yang dihasilkan. Berbagai penelitian sebelumnya menjelaskan bahwa wilayah perkotaan cenderung menghasilkan volume sampah yang lebih besar dibandingkan wilayah perdesaan. Mengingat kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bojonglarang yang telah mengalami kelebihan kapasitas (overload), diperlukan suatu kajian untuk menentukan lokasi TPA yang optimal di Kabupaten Pekalongan guna mengantisipasi dampak urbanisasi sekaligus mengatasi permasalahan persampahan yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan analisis multikriteria (Multi-Criteria Analysis/MCA) berbasis aspek fisik lahan yang terfokus pada setiap parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh tiga klasifikasi tingkat kesesuaian, yaitu kelas kurang sesuai yang menjadi dominan, kelas sesuai yang memiliki luasan paling minim, dan kelas tidak sesuai seluas. Teridentifikasi tiga alternatif lokasi TPA yang tersebar di bagian selatan Kabupaten Pekalongan. Ketiga alternatif lokasi tersebut berada di Kecamatan Kajen, Kecamatan Kesesi, dan Kecamatan Petungkriyono. Pembangunan TPA baru tidak hanya berfungsi sebagai solusi teknis terhadap persoalan overload TPA Bojonglarang, tetapi juga sebagai upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kualitas lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat di tengah proses urbanisasi yang terus berlangsung di Kabupaten Pekalongan.
Pages: 43-64Views: - Downloads: -View All IssuesEfek Social Proof, FoMO, dan Sensitivitas Harga pada Keputusan Pembelian Konsumen Mie Gacoan Pati
Hamdan Adib Universitas Muria Kudus Indonesia , Sutono Indonesia , Ag. Sunarno Handoyo Universitas Muria Kudus IndonesiaPenelitian ini dilaksanakan guna mengkaji pengaruh Social Proof, FoMO, serta Sensitivitas Harga terhadap keputusan konsumen dalam membeli produk di Mie Gacoan Pati. Pendekatan yang diterapkan berupa metode kuantitati f dengan rancangan penelitian kausalitas . Jumlah partisipan dalam penelitian mencapai 96 orang yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Proses memperoleh data dilakukan menggunakan kuesioner yang sebelumnya telah melewati pengujian validitas maupun reliabilitas. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan regresi linier berganda setelah memenuhi pengujian asumsi klasik. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa Social Proof memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan koefisien regresi sebesar 0,211, nilai Thitung 2,729, serta Sign 0,00. Sementara itu, FoMO tidak menunjukkan pengaruh signifikan yang ditandai koefisien regresi -0,114, Thitung -1,307, dan Sign 0,195. Pada variabel Sensitivitas Harga ditemukan adanya pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai koefisien regresi 0,162, Thitung 2,080, serta Sign 0,04. Nilai R² sebesar 0,097 mengindikasikan bahwa variabel independen mampu menerangkan sekitar 9,7% perubahan pada variabel dependen, sedangkan sisanya sebesar 90,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model regresi yang digunakan. Hasil penelitian ini memberikan gambaran penting bagi pengembangan strategi pemasaran Mie Gacoan Pati, khususnya melalui pemanfaatan Social Proof untuk memperkuat minat konsumen.
Pages: 65-78Views: - Downloads: -Formulasi Strategi Tata Kelola Usaha Garam Rakyat di Kabupaten Pati Berbasis Analytical Hierarchy Process
Herna Octivia Damayanti Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Darah Kabupaten Pati Indonesia , Aeda Ernawati Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Darah Kabupaten Pati Indonesia , Widhayoko Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Pati Indonesia , Arieyanti Dwi Astuti Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Darah Kabupaten Pati Indonesia , Siti Qorrotu Aini Bapperida Kabupaten Pati IndonesiaPermasalahan garam di Kabupaten Pati meliputi penurunan produksi garam akibat ketergantungan cuaca, keterbatasan teknologi, serta inefisiensi logistik rantai pasok dan harga yang berdampak pada rendahnya pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengelolaan usaha garam rakyat yang integratif berdasarkan faktor produksi hulu hingga hilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed methods). Pendekatan mixed methods memadukan antara wawancara stakeholder dan AHP berdasarkan prioritas secara kuantitatif.Riset dilaksanakan pada Januari–Oktober 2025 di Kecamatan Batangan, Juwana, Wedarijaksa, dan Trangkil. Data dihimpun melalui kuesioner terhadap 15 tokoh kunci (keypersons) dari unsur akademisi, pengusaha, masyarakat, dan pemerintah daerah terkait yang dipilih secara purposive sampling. Prioritas strategi dianalisis menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) melalui software Expert Choice dengan nilai inconsistency ratio 0,01 (< 0,1). Hasil penelitian berhasil memetakan klaster sebaran kawasan produksi, gudang, dan koperasi garam rakyat di empat kecamatan lokus. Berdasarkan analisis hirarki model sistem AHP, kesimpulan menetapkan empat prioritas utama peningkatan tata kelola usaha, yaitu a) kriteria produk difokuskan pada pemasaran hasil; b) kriteria sarana-prasarana bertumpu pada penyediaan alat bantu produksi; c) kriteria SDM diarahkan pada pemanfaatan teknologi; dan d) kriteria kelembagaan diakselerasi melalui penguatan kebijakan pemerintah tentang pergaraman.
Pages: 79-96Views: - Downloads: -Analisis Pengaruh Tingkat Pendidikan, Bantuan Sosial, dan Upah Minimum terhadap Kemiskinan Kabupaten/Kota di Jawa Tengah
Zainal Abidin Sekolah Tinggi Teknik Pati Indonesia , Rizal Agri Wahyuadi IndonesiaPenelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh rata-rata lama sekolah, upah minimum regional (UMR), dan bantuan sosial terhadap jumlah penduduk miskin di 29 kabupaten dan 6 kota di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2023. Dengan menggunakan metode regresi linear berganda, penelitian ini menemukan bahwa rata-rata lama sekolah memiliki pengaruh signifikan negatif terhadap tingkat kemiskinan. Sebaliknya, dua variabel lainnya, yakni upah minimum regional dan bantuan sosial, menunjukkan pengaruh signifikan positif terhadap jumlah penduduk miskin. Melalui model yang diuji, variabel-variabel tersebut mampu menjelaskan sebesar 80,5% variasi jumlah penduduk miskin di wilayah tersebut. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas dan akses pendidikan (rata-rata lama sekolah) menjadi instrumen paling efektif dalam memutus rantai kemiskinan di Jawa Tengah. Sementara itu, temuan kontraintuitif pada variabel UMR dan bantuan sosial mengindikasikan adanya celah struktural, seperti potensi salah sasaran dalam distribusi bansos serta ketidakmampuan daya beli UMR dalam mengimbangi inflasi lokal. Oleh karena itu, pemerintah daerah perlu mereformulasi strategi jaring pengaman sosial agar lebih tepat sasaran dan menggeser fokus kebijakan dari sekadar bantuan karitatif menuju pemberdayaan ekonomi berbasis pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang adaptif.
Pages: 97-106Views: - Downloads: -menucontact
menuedipoli
menusubmis
menuaddin
template
visitorstatistic
chatme
Sanguline Theme by Sangu Ilmu
