Kajian Penentuan Opsi Lokasi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Baru dalam Menghadapi Urbanisasi di Kabupaten Pekalongan
Main Article Content
Abstract
Kabupaten Pekalongan diproyeksikan mengalami peningkatan tingkat urbanisasi hingga 90 % pada tahun 2030 berdasarkan Data dari Global Human Settlement Layer (GHSL), hal ini berimplikasi pada bertambahnya jumlah timbulan sampah yang dihasilkan. Berbagai penelitian sebelumnya menjelaskan bahwa wilayah perkotaan cenderung menghasilkan volume sampah yang lebih besar dibandingkan wilayah perdesaan. Mengingat kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bojonglarang yang telah mengalami kelebihan kapasitas (overload), diperlukan suatu kajian untuk menentukan lokasi TPA yang optimal di Kabupaten Pekalongan guna mengantisipasi dampak urbanisasi sekaligus mengatasi permasalahan persampahan yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan analisis multikriteria (Multi-Criteria Analysis/MCA) berbasis aspek fisik lahan yang terfokus pada setiap parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh tiga klasifikasi tingkat kesesuaian, yaitu kelas kurang sesuai yang menjadi dominan, kelas sesuai yang memiliki luasan paling minim, dan kelas tidak sesuai seluas. Teridentifikasi tiga alternatif lokasi TPA yang tersebar di bagian selatan Kabupaten Pekalongan. Ketiga alternatif lokasi tersebut berada di Kecamatan Kajen, Kecamatan Kesesi, dan Kecamatan Petungkriyono. Pembangunan TPA baru tidak hanya berfungsi sebagai solusi teknis terhadap persoalan overload TPA Bojonglarang, tetapi juga sebagai upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kualitas lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat di tengah proses urbanisasi yang terus berlangsung di Kabupaten Pekalongan.