Vol. 20 No. 1 (2024): Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK
Articles
-
Pelatihan Kader Kesehatan untuk Meningkatkan Keterampilan Deteksi Dini Stunting
Indanah Fakultas Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kudus Indonesia , Muhammad Jauhar Fakultas Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kudus Indonesia , Fitriana Kartikasari Fakultas Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kudus IndonesiaENGLISH
The success of finding new cases of stunting is influenced by the ability of health cadres to carry out early detection. The purpose of the study was to identify the effect of health cadre training on stunting early detection skills. The research design used quasi-experiments with variables, namely health cadre training and stunting early detection skills. The population is all health cadres, and there is a sample of 33 health cadres for each intervention and control group. Sample selection is done using the purposive sampling technique. The study was conducted at two Puskesmas in Kudus Regency in November 2021. The research instrument uses observation sheets. Health cadres attended four sessions over two days with duration of 45 to 60 minutes per session in the form of lectures and demonstrations. Data analysis used Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Health cadre training improves stunting early detection skills with p value = 0.000 (p<0.05). Increasing the capacity of health cadres to find new cases of stunting in the community can be done through routine coaching that is integrated with child health service programs in health service facilities.
INDONESIA
Keberhasilan penemuan kasus baru stunting di masyarakat dipengaruhi oleh kemampuan kader kesehatan dalam melakukan deteksi dini. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh pelatihan kader kesehatan terhadap keterampilan deteksi dini stunting. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan 2 variabel, yaitu pelatihan kader kesehatan dan keterampilan deteksi dini stunting. Populasi penelitian seluruh kader kesehatan dan sampel 33 kader kesehatan untuk masing-masing kelompok intervensi dan kontrol. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi berupa kader kesehatan aktif, belum pernah mendapatkan pelatihan serupa, berusia dewasa, pendidikan minimal SD, mampu membaca dan menulis. Penelitian dilakukan di dua Puskesmas di Kabupaten Kudus pada bulan November 2021. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi. Kader kesehatan mengikuti empat sesi selama dua hari dengan durasi 45-60 menit/sesi dalam bentuk ceramah dan demonstrasi. Materi terdiri dari konsep tumbuh kembang, deteksi dini stunting, dan komunikasi informasi edukasi stunting. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Pelatihan kader kesehatan meningkatkan keterampilan deteksi dini stunting dengan nilai p = 0,000 (p<0,05). Peningkatan kapasitas kader kesehatan dalam menemukan kasus baru stunting di masyarakat dapat dilakukan melalui pembinaan rutin terintegrasi dengan program pelayanan kesehatan anak di fasilitas pelayanan kesehatan.
Pages: 1-12Views: - Downloads: -Pengembangan Inovasi Teknologi Berbentuk Website Direktori sebagai Upaya Branding Desa Wisata di Jawa Timur
Gilang Gusti Aji Universitas Negeri Surabaya Indonesia , Anam Miftahul Huda Universitas Negeri Surabaya Indonesia , Vinda Maya Setianingrum Universitas Negeri Surabaya Indonesia , Galuh Gita Indrajayani Universitas Gadjah Mada Indonesia , Andriyanto Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur Indonesia , Pesta Asni Napitupulu Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur IndonesiaENGLISH
Several regions in Indonesia have developed rural tourism as an effort to increase the economic activities of village communities. However, the development of tourism villages still has obstacles. One of them is related with reliable, interesting, and easily accessible sources of information to get a complete description before carrying out tourism activities in the village. Therefore, the research team examined information needs and media habits, or media consumption habits, as the basis for designing the Dolan Deso directory website in the district area of the ex-karesidenan Kediri. The selection of objects was centered on four districts in East Java, namely Blitar, Trenggalek, Kediri, and Tulungagung, which have tourist villages with good management. In addition, these four districts also have cultural roots, natural views, and attractions that are interesting to promote. The development of this directory website is carried out as a means to facilitate tourists in obtaining information as well as reference materials related to the type of information needed, the character of the media that is often used as a reference by the community, and various features needed as a reference to fulfill information related to Tourism Villages.
INDONESIA
Beberapa wilayah di Indonesia telah mengembangkan Desa Wisata sebagai upaya peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat desa, diantaranya di wilayah kabupaten eks-karesidenan Kediri. Namun, pengembangan desa wisata masih memiliki beberapa hambatan, salah satunya terkait sumber informasi terpercaya, menarik dan mudah diakses (accessible) untuk mendapatkan deskripsi lengkap sebelum melaksanakan kegiatan wisata ke desa. Oleh karenanya, peneliti mengkaji kebutuhan informasi dan media habit atau kebiasaan penggunaan media sebagai dasar untuk perancangan website direktori Dolan Deso di wilayah kabupaten di eks-karesidenan Kediri. Pemilihan objek dipusatkan di 4 kabupaten di Jawa Timur, yakni Blitar, Trenggalek, Kediri dan Tulungagung yang telah memiliki desa wisata dengan manajemen yang baik. Selain itu, keempat kabupaten ini juga telah memiliki akar budaya, pemandangan alam, dan atraksi yang menarik untuk dipromosikan. Pengembangan website direktori ini dilaksanakan sebagai sarana untuk mempermudah wisatawan dalam mendapatkan informasi sekaligus sebagai bahan rujukan terkait jenis informasi yang dibutuhkan, karakter media yang sering dijadikan rujukan oleh masyarakat, dan berbagai fitur yang dibutuhkan sebagai rujukan untuk memenuhi informasi terkait Desa Wisata.
Pages: 13-30Views: - Downloads: -Peningkatan Minat Wirausaha Para Ibu Melalui Pelatihan Pemanfaatan Sumberdaya Lokal (Studi pada Kelompok Sadar Wisata)
Tri Rejeki Handayani Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Sebelas Maret Indonesia , Pipit Wijayanti Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret Indonesia , Dwi Ardiana Setyawardhani Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Sebelas Maret Indonesia , Dwi Ardiana Setyawardhani Program Studi Teknik Kimia, Fakultas Teknis, Universitas Sebelas Maret IndonesiaENGLISH
The presence of the Tourism Awareness Group is a tangible manifestation of the tourism awareness movement. Some of local potential around the Maron River has not been utilized optimally. One of them is coconut fruit products which are quite abundant. The involvement of women in the development of Maron River tourism is also not optimal as the involvement of men. The purpose of the research is to increase the entrepreneurial interest of the Maron River Pokdarwis women with local potential. The type of research is experimental with a one-group pretest-posttest design. The research was carried out in August 2023. The research samples are 30 mothers from the Maron River’s Pokdarwis with an average age of 38.3 years (SD+11.92). Data collection using the Entrepreneurship Interest Scale (Rel=0.876) was carried out before and after training. Data analysis was done by descriptive quantitative and inferential statistics using the Wilcoxon Signed Rank Test technique. The results of the analysis showed that there was an increase in the average value of mothers' entrepreneurial interest after attending the training (pretest 98.9, posttest 103.2) with p=0.000 (p<0.05). In other words, training in utilizing local potential can increase the entrepreneurial interest of the women of Maron River’s Pokdarwis.
INDONESIA
Kehadiran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) merupakan wujud nyata dari gerakan sadar wisata, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas program atraksi desa serta mendorong keterlibatan seluruh anggota masyarakat dalam upaya mendukung kemajuan pariwisata di desanya. Sebagian potensi lokal di sekitar Sungai Maron belum dimanfaatkan dengan optimal, seperti buah kelapa padahal jumlahnya cukup melimpah. Selain itu, keterlibatan para ibu dalam pengembangan wisata Sungai Maron juga belum optimal sebagaimana keterlibatan para laki-laki. Tujuan penelitian untuk meningkatkan minat wirausaha para ibu Pokdarwis Sungai Maron dengan potensi lokal. Jenis penelitian berupa eksperimen dengan rancangan penelitian one-group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2023. Sampel penelitian berupa 30 orang ibu-ibu pokdarwis Sungai Maron dengan usia rata-rata 38,3 tahun (SD+11,92). Pengambilan data dengan Skala Minat Kewirausahaan (Rel=0,876) yang dilakukan sebelum pelatihan (Pretest) dan sesudah pelatihan (Posttest). Analisis data dengan kuantitatif deskriptif dan statistik inferensial dengan teknik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil analisis menunjukkan ada peningkatan nilai rata-rata minat wirausaha para ibu setelah mengikuti pelatihan (Pretest 98,9 dan Posttest 103,2) dengan p=0,000 (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan pemanfatan potensi lokal dapat meningkatkan minat wirausaha para ibu Pokdarwis Sungai Maron.
Pages: 31-40Views: - Downloads: -Analisis Efektivitas dan Potensi Peningkatan Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan terhadap Pendapatan Asli Daerah
Rohadi Utomo Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro Indonesia , Rahmaliza Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro IndonesiaENGLISH
Diversion the transfer of Land and Building Tax management from central to regional taxes is intended to increase Original Regional Income. This research aims to determine the effectiveness of increasing Land and Building Tax revenue for Original Regional Income in Lubuklinggau City, and to analyze of Land and Building Tax management in Lubuklinggau City, especially the potential for revenue originating from Land and Building Tax. To measure the level effectiveness of Land and Building Tax revenue, data analysis of the potential and realization PBB revenue is used, while measuring the potential for increasing Land and Building Tax revenue is done by analyzing the area of potential tax areas, the selling value of tax objects, and calculating the potential based on Land and Building Tax rates with the selling value of taxable tax objects. The results of research show that in 2017-2021, Land and Building Tax revenue's effectiveness level was categorized as ineffective because the percentage of Land and Building Tax revenue realization was <60%. In 2021, the effectiveness value was 39.63%. Meanwhile, the potential for increasing Land and Building Tax revenue is significant. The current realization for 2021 was only 15.9% of the existing Land and Building Tax potential.
INDONESIA
Pengalihan pengelolaan Pajak Bumi Bangunan (PBB) dari pajak pusat ke daerah dimaksudkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerimaan PBB Kota Lubuklinggau bagi peningkatan PAD Kota Lubuklinggau, serta untuk menganalisis pengelolaan PBB Kota Lubuklinggau terutama potensi penerimaan yang bersumber dari PBB. Untuk mengukur tingkat efektivitas penerimaan PBB digunakan analisis data potensi dan realisasi penerimaan PBB, sedangkan pengukuran potensi peningkatan penerimaan PBB dilakukan dengan menganalisis luas wilayah potensi pajak, objek pajak nilai jual, dan menghitung besarnya potensi penerimaan PBB berdasarkan tarif PBB dengan nilai jual objek pajak kena pajak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2017- 2021, tingkat efektivitas penerimaan PBB dikategorikan tidak efektif karena persentase realisasi penerimaan PBB <60%. Tahun 2021 nilai efektivitas sebesar 39,63%. Sementara itu, potensi peningkatan pendapatan PBB cukup besar namun persentase potensi penerimaan PBB tahun 2021 hanya 15,9% dari potensi PBB yang ada, sehingga PBB di Lubuklinggau belum optimal.
Pages: 41-52Views: - Downloads: -Konsep Struktur Citra Kota pada Sistem Pusat Pelayanan Kecamatan Kaliori sebagai Solusi Kemacetan Juwana-Rembang
Danna Prasetya Nusantara Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro Indonesia , Chaterina Shandra Kusuma Program Studi Sarjana Geografi, Universitas Negeri Semarang Indonesia , Adelia Salsabila Anugrah Program Studi Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Islam Sultan Agung Indonesia , Citra Mutiara Pertiwi Program Studi Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Semarang Indonesia , Nadira Nursyifa Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro Indonesia , Zahratunnisa Program Studi Sarjana Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Islam Sultan Agung IndonesiaENGLISH
The severe traffic jam that occurred on the Juwana - Rembang road section stopped economic activities. The lack of alternative roads and bridges connecting the surrounding areas caused severe traffic jams. This research aimed to examine the concept of developing road functions to support the accessibility of Kaliori's internal movement and the movement of Rembang - Juwana as a solution. The spatial quantitative method is used to determine the internal structure of the city through kernel density analysis. It is used to determine paths to create effective alternative routes with high accessibility in the internal area and the linkage between Rembang and Juwana. The results showed that not all development of the road network connecting activity centers is needed. Kaliori is located in a coastal area and it has not developed rapidly so the activity centers grew to be ribbon shaped cities and had a weak influence. Therefore, it is necessary to develop strategic nodes to strengthen the path as an alternative route to overcome the traffic jam. There are 4 roads as paths to connect various parts of Kaliori so it creates Kaliori area centre, even though it is not the main activity centre in Kaliori District.
INDONESIA
Kemacetan parah yang terjadi pada ruas jalan Juwana-Rembang akibat perbaikan jalan Batangan dan Jembatan Juwana menyebabkan pergerakan ekonomi terhenti. Minimnya ruas jalan dan jembatan alternatif penghubung, menjadi salah satu faktor memperparah kemacetan. Tujuan penelitian untuk mengetahui konsep pengembangan fungsi jalan melalui path untuk mendukung aksesibilitas pergerakan internal Kaliori maupun pergerakan Rembang-Juwana sebagai solusi kemacetan. Metode kuantitatif spasial digunakan untuk menentukan struktur internal kota melalui analisis kernel density, yang selanjutnya digunakan sebagai dasar penentuan path hingga menghasilkan jalur alternatif efektif dengan nilai aksesibilitas tinggi pada wilayah tersebut. Hasil analisis menunjukan bahwa tidak seluruh pengembangan jaringan jalan yang menghubungkan pusat-pusat kegiatan, perlu dilakukan. Walaupun kawasan pesisir yang memiliki kecenderungan fan shaped cities, namun kawasan Kaliori belum berkembang pesat sehingga pusat-pusat kegiatan yang tercipta cenderung berbentuk ribbon shaped cities dan berpengaruh lemah terhadap wilayah yang saling berjauhan. Oleh karenanya, diperlukan pengembangan landmark nodesnstrategis untuk menguatkan peran path Kaliori sebagai jalur utama alternatif. Hasil yang diperoleh terdapat 4 ruas jalan sebagai path utama dan path pendukung yang menghubungkan berbagai bagian wilayah Kaliori melalui bentuk grid semikonsentris sehingga mampu menghasilkan pusat wilayah Kaliori, walaupun bukan pusat kegiatan utama di Kecamatan Kaliori.
Pages: 53-66Views: - Downloads: -Strategi Penanganan Daerah Rawan Kecelakaan
Yongki Seberkas Program Studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro IndonesiaENGLISH
One of the biggest causes of death in Indonesia is accidents that occur on the highway. Based on accident data from the Sambas Police Traffic Unit in 2022, the number of accident cases that occurred in 2019–2021 was 205, of which 150 accident cases, or 73.17%, occurred along the Sambas Regency National Road. The aim of this research is to determine strategies for handling areas prone to traffic accidents on the National Road, Sambas Regency, West Kalimantan Province. The analytical method that will be used is the Z Score method to identify accident-prone areas on the Sambas Regency National Road, as well as using descriptive analysis to identify accident trigger factors based on their existing conditions and determine strategies to overcome accident-prone areas on the Sambas Regency National Road. From the results of this research, it is known that the road section identified as an accident-prone area from the results of the Z Score analysis calculation on the National Road Section of Sambas Regency is Jl. Raya Pemangkat, Jl. Raya Tebas, and Jl. Raya Selakau. Then, the biggest factor causing traffic accidents, as seen from the existing conditions in accident-prone areas on the Sambas Regency National Highway, is the infrastructure factor. Then the researcher combines the existing conditions with the existing GAP so that a handling strategy can be formulated.
INDONESIA
Salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia adalah kecelakaan yang terjadi di jalan raya. Bersumber pada data kecelakaan dari Satlantas Polres Sambas tahun 2022, jumlah kasus kecelakaan yang telah terjadi di tahun 2019 – 2021 yakni 205 kejadian, dari jumlah kasus kecelakaan tersebut sebesar 150 kasus atau 73,17% telah terjadi di sepanjang Jalan Nasional Kabupaten Sambas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi penanganan daerah rawan kecelakaan lalu lintas di Ruas Jalan Nasional Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat. Metode analisis yang akan digunakan adalah metode Z Score guna mengidentifikasi daerah rawan kecelakaan pada Jalan Nasional Kabupaten Sambas, serta menggunakan analisis deskriptif dalam mengidentifikasi faktor pemicu kecelakaan dilihat dari keadaan eksistingnya dan menentukan strategi untuk mengatasi daerah rawan kecelakaan pada Jalan Nasional Kabupaten Sambas. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa Ruas jalan yang teridentifikasi sebagai daerah rawan kecelakaan dari hasil perhitungan analisis Z Score di Ruas Jalan Nasional Kabupaten Sambas adalah Jl. Raya Pemangkat, Jl. Raya Tebas, dan Jl. Raya Selakau. Kemudian faktor penyebab kecelakaan lalu lintas terbesar dilihat dari kondisi eksistingnya pada daerah rawan kecelakaan di Ruas Jalan Raya Nasional Kabupaten Sambas adalah faktor prasarana. Kemudian peneliti mengkombinasikan kondisi eksisting dengan GAP yang ada sehingga dapat dirumuskanlah strategi penanganannya.
Pages: 67-80Views: - Downloads: -Sanguline Theme by Sangu Ilmu