Profitabilitas Usaha Peternakan Itik di Kelompok Tani Sato Iwen Kabupaten Pati

Authors

  • Seto Catur Nugroho Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Pati Indonesia
  • Agus Setiadi Program Studi Magister Agribisnis, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro Indonesia
  • Siswanto Imam Santoso Program Studi Magister Agribisnis, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro Indonesia

Abstract

ENGLISH

This research aims to analyze the profitability of laying duck farming, focusing on the Sato Iwen Farmers Group in Langgenharjo Village, Margoyoso District, Pati Regency. Data were collected through field observations and in-depth interviews using structured questionnaires. Profitability was analyzed using the Return on Investment (ROI) method, comparing net profit with total production costs. The results demonstrate that the profitability of laying duck farming at the respondent’s current scale reaches 59.2%. This high ROI is achieved on a production scale of 100 ducks integrated with the use of a hatchery machine, which creates significant added value by producing Day Old Ducks (DOD). The findings indicate that the business is highly profitable and feasible for further development. Although the farming is conducted semi-intensively, it maintains consistent productivity throughout the year. It is recommended that the government provides technical support and infrastructure to promote growth. Furthermore, farmers are encouraged to improve biosecurity and sanitation standards to minimize mortality rates and prevent environmental pollution.

 

INDONESIA

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profitabilitas usaha ternak itik petelur pada Kelompok Tani Ternak Sato Iwen di Desa Langgenharjo, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis profitabilitas dilakukan dengan metode Return on Investment (ROI), yang membandingkan laba bersih dengan total biaya produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat profitabilitas usaha ternak itik pada skala responden mencapai 59,2%. Angka tersebut diperoleh dari hasil usaha dengan populasi 100 ekor itik yang didukung oleh penggunaan satu unit mesin tetas, yang memberikan nilai tambah melalui produksi Day Old Duck (DOD). Berdasarkan temuan tersebut, usaha ternak itik di lokasi penelitian dinilai sangat menguntungkan dan layak untuk dikembangkan lebih lanjut. Meskipun pemeliharaan dilakukan secara semiintensif, usaha ini mampu menjaga produktivitas yang stabil. Disarankan agar pemerintah memberikan dukungan teknis dan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan usaha. Selain itu, peternak diharapkan meningkatkan standar biosekuriti dan sanitasi kandang guna meminimalkan angka kematian ternak serta mencegah pencemaran lingkungan.

Keywords:

ternak itik, tingkat keuntungan, tingkat pengembalian investasi

Published

2025-12-21

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.